Comments system

Showing posts with label 8 Miliar. Show all posts
Showing posts with label 8 Miliar. Show all posts

Friday, November 25, 2022

GANJAR PRANOWO LEPAS RELAWAN KE CIANJUR SERTA TITIP BANTUAN SENILAI 1,8 MILIAR


SEMARANG
- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas tim relawan gabungan, serta bantuan untuk korban bencana gempabumi di Cianjur, Jawa Barat. Bantuan senilai senilai Rp1,87 miliar dikirimkan dalam bentuk barang dan tunai.

Pelepasan dilakukan di Halaman Kantor Pemprov Jateng, Kamis (24/11/2022). Bantuan tersebut berasal dari berbagai unsur di Jawa Tengah. Mulai pemerintah, lembaga dan instansi terkait, BUMD, badan usaha swasta hingga dunia usaha.

Dari total Rp1,87 miliar tersebut, rinciannya sebesar Rp1,48 miliar dibelanjakan barang seperti bahan makanan, paket sembako, pakaian, perlengkapan pribadi, perlengkapan bayi, dan perlengkapan di pengungsian. Kemudian bantuan tunai sebesar Rp387juta.

“Urusan kemanusiaan siapapun bisa bergerak dan berkontribusi. Kolaborasi ini selalu kita coba, untuk membantu saudara kita di nanapun yang terkena musibah khususnya ini Cianjur,” kata Ganjar, seusai melepas tim relawan dan bantuan.

Ganjar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada seluruh komponen masyarakat di Jawa Tengah, yang membantu. Termasuk kekompakan daerah yang juga mengirimkan bantuannya.

“Tadi Solo ada tim dokternya, terus Demak ada tim rescue-nya, Kabupaten Semarang ada, Pramuka ikut hadir, terus kemudian Boyolali umpama kasih satu mobil cold storage membawa sayuran segar, agar kemudian ini bisa manfaat,” ujarnya.

Kepada relawan gabungan yang diberangkatkan hari ini, Ganjar berpesan khusus agar menjaga soliditas tim. Sehingga setibanya di lokasi, mereka fokus membantu dan tidak membebani.

“Tidak ngrepoti, makanan untuk tim harus diurus sendiri. Kesehatan untuk tim diurus sendiri. Kalau perlu tidak ada perumahan ya nggolek dewe, buat tenda sendiri, sehingga kita datang ke sana betul-betul sebagai satu tim yang solid, untuk bisa membantu masyarakat yang ada di Cianjur,” tegasnya.

Di sisi lain, Ganjar juga berpesan pada tim relawan untuk membantu asesmen. Khususnya pendataan kebutuhan yang belum terpenuhi seperti Hunian Sementara. Sehingga jika dibutuhkan, Jateng siap untuk mengirimkan bantuan lagi.

“Tapi seandainya (sudah) cukup ya kita akan backup-lah. (Korban asal Jateng) sampai hari ini belum melaporkan. Hanya kemarin yang meninggal di Brebes ya, tapi kami udah komunikasi dengan Ibu Bupati, Pak Wakil (Bupati), Sekda, dan yang kemarin ada pungutan itu dan diganti,” katanya.

Ganjar berharap dengan dikirimnya bantuan tersebut, akan meringankan bagi korban bencana gempabumi di Cianjur.

“Saya senang kawan-kawan dengan semangat kegembiraannya, mereka membantu masyarakatnya. Tentu saja mudah-mudahan warga yang ada di Cianjur diberikan kekuatan, dan kemudian bantuan ini manfaat,” tandasnya.

Share:

Thursday, August 18, 2022

Akibat Program Stop Ekspor Nikel Mentah, Indonesia Cuan Dari USD 1,1 Miliar Jadi USD 20,8 Miliar

 

JAKARTA- Pemerintah Indonesia benar-benar serius di sektor hilirisasi pertambangan. Seperti halnya yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam hal menyetop kegiatan ekspor barang mentah dalam hal ini adalah nikel ore sebelum dilakukan pengolahan dan pemurnian melalui hilirisasi di dalam negeri.


Sejatinya memang, kegiatan penyetopan ekspor nikel mentah ini sudah berlangsung sejak lima atau tujuh tahun yang lalu atau sejak tahun 2015-an. Nah, dari penyetopan tersebut dan usai ekspor dilakukan dengan syarat melakukan pengolahan dan pemurnian melalui smelter terlebih dahulu, Indonesia pada tahun ini mendapatkan untung hingga 18 kali lipat dari sebelum adanya hilirisasi itu.


Presiden Jokowi dalam Economic Update bersama CNBC Indonesia memaparkan, bahwa perekonomian Indonesia salah satunya didukung oleh hilirisasi atau industrialisasi bahan mentah seperti nikel.

"Saya berikan satu contoh yang sudah kita setop (ekspornya), nikel. Pada saat kita masih ekspor bahan mentah, 5-7 tahun yang lalu nilainya masih US$ 1,1 miliar, begitu masuk hilirisasi dan stop ekspor, 2021 angkanya naiknya menjadi US$ 20,8 miliar. Ada peningkatan 18 kali," ungkap Jokowi kepada awak media dalam Economic Update 2022 yang ditayangkan pada program Squawkbox, Kamis (18/8/2022).


Dengan adanya peningkatan perolehan ekspor yang mencapai 18 kali lipat itu, kata Jokowi, hal itulah yang ke depan akan dilakukan oleh barang tambang lainnya seperti bauksit, timah dan juga lainnya. "Kita harus punya keberanian (setop ekspor) seperti itu. Meskipun kita digugat Uni Eropa ke WTO. Itu memang keinginan mereka supaya kita bisa mengekspor barang mentah kita," jelas Jokowi.


Sementara bagi Indonesia, dengan pelarangan ekspor barang mentah, dan melakukan kegiatan hilirisasi barang mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi akan meningkatkan nilai tambah ekspor dari Indonesia.


"Kita ingin pendapatan negara lain. Pajak naik, bea keluar naik, royalti naik. Semuanya yang akan didapatkan oleh negara kemudian diberikan ke rakyat. Dan hiliriasi yang paling penting adalah lapangan kerja terbuka sebesar besarnya untuk rakyat. Bukan di sana di luar negeri nilai tambahnya," tandas Jokowi.

Share:

Header Ads

Weather (state,county)

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Recent

Comments

Tags

Ads

Random Posts

Recent in Sports

Social

Facebook

Popular

Labels