Comments system

Showing posts with label GANJAR PRANOWO. Show all posts
Showing posts with label GANJAR PRANOWO. Show all posts

Thursday, January 12, 2023

GANJAR PRANOWO, RECEH TAPI TIDAK RECEHAN



SEMARANG- Akun media sosial Ganjar Pranowo, wabilkhusus Instagram, @ganjar_pranowo dipercaya mempunyai saham besar yang menaikkan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu hingga sekarang.

Dalam setiap kali survei soal calon presiden yang disukai masyarakat, nama Ganjar teratas terus. Dua yang kerap mencoba menyusulnya adalah Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Akun Instagram Ganjar hingga tulisan ini dibuat sudah menembus angka 5,4 juta followers. Jumlah yang luar biasa.

Ganjar dan tim akun medsos ini sudah bikin 6.477 konten yang kebanyakan video-video pendek.

Kalau kita sigi, yang ditampilkan Ganjar dalam setiap kontennya tergolong receh. Iya receh alias ringan banget.

Orang butuh hiburan ketika masuk medsos. Orang butuh ketawa ketika buka-buka medsos. Orang ingin bahagia saat lihat medsos.

Semua itu terpenuhi kala kita melihat satu per satu akun Ganjar ini. Orang bisa tertawa terbahak-bahak atau sekadar senyum kecil lihat tingkah politikus PDI Perjuangan itu.

Yang disampaikannya ringan banget. Kadang hasil ngobrol langsung dengan anak kecil dan orang-orang tua.

Tapi, karena yang disampaikan Ganjar itu ringan, orang kemudian suka. Cara bicara Ganjar juga lucu. Ia mau saja diperintah-perintah oleh lawan bicaranya di medsos itu.

Ia juga tak sungkan untuk bicara yang bikin orang-orang garuk-garuk kepala. Ganjar sama sekali tak bicara soal pilpres padahal. Ia natural saja.

Pembawaan Ganjar yang memang santai bikin semua konten di akun ini memang kelihatan alami. Orang suka dengannya.

Sesekali saja Ganjar unggah program-program pemda yang agak seriusan. Misalnya renovasi sejuta rumah yang sudah ia programkan. Lainnya, receh banget.

Meski receh, tentu tidak recehan. Maksudnya, konten ini memang dikelola dengan baik.

Kealamian Ganjar saat dialog dengan warga justru sesuatu yang mahal. Bikin konten alami seperti itu susah juga. Meski barangkali ada yang didesain khusus, tapi saya meyakini perbincangan itu natural saja.

Namun, timnya yang kerja keras. Tim pasti ambil semua aktivitas Ganjar.

Tim kemudian mengurai scen yang menarik kemudian mengompilasinya sehingga jadi apik seperti yang kita lihat di akun pria berambut putih itu.

Waktu ramai-ramai soal Wadas, Ganjar juga tidak mau larut dalam hal yang "serius" itu. Saya memahaminya bahwa Ganjar hendak menyelesaikan persoalan itu tanpa mau merusak elektabilitas yang sudah ia capai sampai sekarang.

Yang jelas, penyikapan Ganjar yang santai dan receh ini makin menegaskan memang ia juara di media sosial. Ingat tidak waktu ia pidato di kantor DPP PDIP Perjuangan dan mikrofonnya diambil Sekjen Hasto?

Ganjar biasa saja. Tapi gambar itu mahal banget dan viral. Alhasil ya makin menaikkan popularitas dan elektabilitasnya.

Ini membuktikan, konten receh tapi tidak recehan disukai publik. Bagi pejabat publik dan politikus ulung seperti Ganjar, perintilan di medsos macam ini bisa menjaga kansnya diusung partai menuju perhelatan pilpres tahun 2024, tepatnya hari Rabu, 14 Februari 2024.

Tentu Ganjar berharap, popularitasnya di seluruh survei banyak lembaga berbanding lurus dengan semua konten menghiburnya di media sosial. Yang lebih penting lagi, ada partai yang mau mengusungnya. Bisa PDI Perjuangan, juga ada kans partai lain. Kita tunggu saja.

Share:

Friday, November 18, 2022

GANJAR PRANOWO, SOSOK WONG NDESO LULUSAN UGM DAN UI

 


JAKARTA
- Ganjar Pranowo S. H. M. I. P atau yang akrab disapa Pak Ganjar, merupakan seorang Gubernur Jawa Tengah yang sudah menjabat dua kali periode. Lalu bagaimana kehidupan masa kecil Ganjar sampai bisa menjadi seorang Gubernur yang disayang masyarakatnya? Berikut penjelasannya lebih detail mengenai Ganjar Pranowo.

Ganjar dilahirkan dari keluarga yang sederhana pada tanggal 28 Oktober 1968 lalu di sebuah desa dilereng Gunung Lawu, Karanganyar. Ganjar memiliki nama asli Ganjar Sungkowo yang artinya Ganjaran dari kesusahan atau kesedihan. Namun, saat Ganjar akan memasuki sekolah dasar, nama Sungkowo diganti menjadi Pranowo oleh orang tuanya. Pergantian nama ini terjadi karena rasa ketakutan dari orang tua Ganjar, apabila nama Sungkowo tetap maka sang anak kelak selalu berkubang dengan kesialan dan kesusahan.

Ayah Ganjar bernama S. Pamudji dan Ibunya bernama Sri Suparni. Ganjar merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Nama-nama saudaranya yaitu Pri Kuntadi, Pri Pambudi Teguh, Joko Prasetyo, Prasetyowati, dan Nur Hidayati. Ayah Ganjar sendiri berprofesi sebagai Polisi dan juga sempat ditugaskan mengikuti operasi penumpasan PRRI atau Permesta.

Sedari kecil, Ganjar sudah menunjukan jiwa kepemimpinannya. Hal itu terbukti saat Ganjar sekolah dasar, Beliau selalu terpilih menjadi ketua kelas. Saat akan memasuki SMP, keluarganya pindah ke Kutoarjo mengikuti tempat dimana ayahnya ditugaskan. Ganjar melanjutkan studinya di SMA Bopkri 1 Yogyakarta. Di SMA beliau aktif dalam mengikuti kegiatan kepramukaan atau Dewan Ambalan.

Saat akan lulus SMA tahun 1980, ayahnya pensiun dari kedinasan di Polri. Untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, ibunya membuka warung kelontong. Sementara Ganjar juga pernah merasakan berjualan bensin di pinggir jalan.

Setelah kelulusan SMA tiba, Ganjar melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum di Universitas Gadjah Mada. Di kampus, beliau bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Selama masa kuliah, Ganjar mengaku pernah mengambil cuti kuliah selama dua semester. Hal ini lantaran Ia tidak memiliki biaya untuk perkuliahan. Ganjar mengakui jika Ia memiliki hobi demonstrasi semasa kuliah. Ganjar pernah turut andil mendemo rektor UGM periode 1986-1990, yaitu Koesnadi Hardjasoemantri.

Pada tahun 1994 Ganjar bertemu dengan Siti Atikoh Supriyanti ketika sedang KKN di Temanggung, Jawa Tengah. Atikoh merupakan seorang anak dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dari Purbalingga Jawa Tengah.

Menariknya dari hubungan mereka berdua adalah Ganjar Pranowo memiliki latar belakang GMNI dan PDI sedangkan Atikoh memiliki latar belakang pesantren di Purbalingga yang berafiliasi dengan NU dan PPP. Keduanya menikah pada tahun 1999 dan memiliki satu orang anak laki-laki yang bernama Muhammad Zinedine Alam Ganjar. Zinedine lahir pada tahun 2003 dan kini sudah bersekolah di SMAN 3 Semarang, Jawa Tengah.

Seusai Ganjar Pranowo lulus dari Fakultas Hukum UGM, Ia bekerja di lembaga konsultan HRD di Jakarta yaitu PT Prakarsa. Ganjar juga pernah bekerja di PT Prastawana Karya Samitra dan PT Semeru Realindo Inti. Ganjar aktif di GMNI dan mengagumi sosok Soekarno, dan Ganjar merupakan simpatisan PDI.

Pada tahun 1996, PDI memiliki konflik internal antara pendukung Soerjadi dan Megawati Soekarnoputri sebagai representasi trah Bung Karno. Ganjar berada di kubu Megawati, meskipun pada kenyataannya ayah Ganjar merupakan seorang polisi dan kakaknya merupakan seorang hakim yang mana oleh Orba seluruh pejabat publik dilarang berpolitik dan harus mendukung Golkar sepenuhnya. Dan pada akhirnya Ganjar memilih berkarir politik melalui Partai PDIP yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri.

Pada November 2014, tepatnya kongres KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) di Kendari, Ganjar terpilih secara musyawarah menggantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai ketua umum KAGAMA atau Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada periode 2014 sampai 2019.

Ganjar terpilih seusai melakukan musyawarah mufakat bersama tiga calon ketua umum lainnya, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono X yang merupakan Ketua Umum KAGAMA periode 2009 sampai 2014, Budi Karya Sumadi yang merupakan Ketua Pengda KAGAMA DKI Jakarta, dan juga Usman Rianse yang merupakan Pengda KAGAMA Sulawesi Tenggara, musyawarah tersebut bertempat di Hotel Grand Clarion, Kendari, Sulawesi Tenggara pada Sabtu, 8 November 2014.

Setelah terpilih Ganjar Pranowo memberikan sambutannya yang menyatakan bahwa program kerja KAGAMA janganlah sampai melupakan nilai-nilai dari perjuangan, kerakyatan dan kebangsaan yang sudah diajarkan oleh Universitas Gadjah Mada. Program yang akan dijalankan oleh Ganjar Pranowo salah satunya adalah menjalin sinergi dengan Pengurus Daerah sehingga terbangun guyub rukun antar anggota KAGAMA. Ganjar juga menambahkan bahwa jalinan komunikasi antar anggota KAGAMA dapat dilakukan secara fisik maupun virtual.

Ganjar Pranowo pada awalnya tidak lolos saat mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI pada pemilihan umum tahun 2004. Tetapi Ganjar menerima tugas sebagai pengganti antar waktu atau PAW untuk menggantikan rekan separtainya yang berada dalam daerah pemilihan yang sama yaitu Jakob Tobing, yang ditugaskan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi duta besar untuk Korea Selatan.

Ketika menjadi anggota DPR-RI periode 2004 sampai 2009, Ganjar Pranowo ditugaskan di Komisi IV yang turut mengawasi bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan dan Pangan. Tak hanya itu, Ganjar juga pernah ditempatkan pada Pansus atau Panitia Khusus RUU Partai Politik sebagai ketua panitia khusus, Anggota Badan Legislasi DPR-RI, dan juga Ketua Panitia Khusus tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD di DPR-RI.

Share:

Header Ads

Weather (state,county)

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Recent

Comments

Tags

Ads

Random Posts

Recent in Sports

Social

Facebook

Popular

Labels