Comments system

Saturday, August 26, 2023

DERETAN KEPALA DAERAH MUDA INGIN DIPIMPIN PRESIDEN YANG BERKUALITAS



SEMARANG- Enam kepala daerah menyatakan siap mendukung untuk memenangkan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 mendatang.

Seluruh kepala daerah tersebut tergolong masih muda. Mereka adalah Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Wali Kota Medan Bobby Nasution, Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, Bupati Trenggalek M. Nur Arifin, dan Wali Kota Surabaya Ery Cahyadi.

Dukungan untuk bacapres dari PDIP ini diungkapkan pegiat media sosial Septian Raharjo melalui unggahan di Instagram @gus_raharjo. Septian mengunggah flyer berisi foto enam kepala daerah berusia muda yang siap mengantar Gubernur Jawa Tengah itu ke kursi RI 1.

“Yang muda mendukung Ganjar. Jangan Ragu-ragu mendukung Orang Baik untuk melanjutkan dan memperbaiki pekerjaan yang Sudah baik,” tulis Septian.

Sebelumnya kanal Youtube PDIP mengunggah video Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution mengajak warga untuk memilih bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

“Saya mengajak seluruh warga untuk berbondong-bondong ke TPS di 14 Februari nanti untuk memilih PDIP dan Pak Ganjar Pranowo,” ujar putra sulung Presiden Jokowi itu dalam video berdurasi 16 detik.

Video tersebut sekaligus menepis polemik soal arah dukungan Gibran pada Pilpres 2024 mendatang. Pasalnya selama ini ayah dari Jan Ethes tersebut dinarasikan mendukung bacapres lain yang tidak diusung PDIP.

Adik ipar Gibran yang juga Wali Kota Medan Bobby Nasution menyebut, Ganjar memiliki rekam jejak yang jelas, sehingga patut dipilih sebagai presiden Indonesia berikutnya oleh masyarakat.

“Saya mengajak untuk sama-sama kita bisa memilih pemimpin yang sudah jelas track record-nya seperti Bapak Ganjar Pranowo untuk bisa kita pilih pada Pilpres 2024,” kata Bobby.

Suami dari putri Jokowi Kahiyang Ayu itu juga mengajak seluruh kader PDIP dan simpatisan untuk memenangkan PDIP terutama di Kota Medan.

Sebelumnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan siap menjadi juru kampanye (jurkam) untuk memenangkan Ganjar.

“Sebagai kader partai, tentunya kita semua siap all out untuk memenangkan Pak Ganjar sebagai presiden (dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024),” kata pria yang akrab disapa Mas Dhito.

Share:

GRACE NATALIE MENEGASKAN BAHWA PSI TIDAK MENARIK DUKUNGANNYA TERHADAP GANJAR PRANOWO DALAM PILPRES 2024



JAKARTA- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie membantah PSI menarik dukungan dari Ganjar Pranowo.

Sebelum beredar informasi bahwa PSI menarik dukungan dari Gubernur Jawa Tengah itu di Pilpres 2024.

Penarikan dukungan itu disimpulkan dari sambutannya pada acara Kopdarnas beberapa waktu lalu.

Grace Natalie menyebutkan bahwa hal itu tidaklah benar.

Dia meminta agar sambutannya di acara Kopdarnas itu tidak disimpulkan penarikan dukungan dari Ganjar Pranowo.

Grace menjelaskan bahwa yang disimpulkan itu saat membacakan rekomendasi dari DPW PSI se Indonesia.

Konsolidasi setiap DPW tersebut menghasilkan empat poin dan salah satu isinya terkait rekomendasi dukungan di Pilpres 2024. "Nah itu rekomendasi pertama ini yang dipahami kurang tepat," ujar Grace Natalie dilansir dari Youtube Cokro TV, Kamis (24/8/2023).

Dia menyebutkan bahwa dalam rekomendasi DPW yakni agar DPP menyerap kembali aspirasi masyarakat.

Grace Natalie menegaskan bahwa hal itu hanyalah rekomendasi dan bukan pencabutan dukungan dari salah satu calon. "Jadi rekomendasi itu bisa dilaksanakan atau tidak dilaksanakan atau mencari jalan tengah atau seperti apa bentuknya kita belum rapatkan," ujarnya.

"Ini adalah proses yang masih berlangsung, PSI belum konklusi, apakah menarik dukungan atau memberikan dukungan ke calon manapun nggak ada konklusif," tegasnya.

Dia menyebutkan bahwa koalisi untuk Pilpres 2024 saat ini masih sangat cair, termasuk juga untuk Cawapres.

Grace Natalie mengatakan bahwa dia sepakat dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menyebutkan 'ojo kesusu' dalam menentukan pilihan.

Sebab saat ini kata Grace bahwa Cawapres dan jumlah capres yang akan maju di Pilpres 2024 belum mencapai kesimpulan akhir.

Sebelumnya diberitakan, PSI dikabarkan membatalkan dukungannya kepada bakal calon presiden (capres) PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

Bahkan PSI lebih memilih tidak mendukung capres manapun alias "jomblo" di Pilpres 2024.

Keputusan itu diambil dari hasil Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023) malam.

Saat itu Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menanyakan arah dukungan di Pilpres 2024 kepada kader PSI yang hadir.

Grace bertanya apakah PSI harus tetap komitmen pada keputusan Rembuk Rakyat atau tidak.

Adapun keputusan Rembuk Rakyat diambil PSI pada Oktober 2022 lalu.

Saat itu, PSI mendeklarasikan pasangan Ganjar Pranowo-Yenny Wahid. "Banyak yang bertanya, arah PSI ini akan ke mana? Apakah kita akan kembali dengan opsi hasil Rembuk Rakyat?

Apakah kita akan semakin mesra dengan yang baru? Atau kita akan memilih opsi ketiga: tetap melajang alias jomblo? Kalian pilih yang mana?" tanya Grace dalam sambutannya.

Para kader PSI tampak menjawab "jomblo" ketika ditanyai oleh Grace.

Grace lantas menanyakan kesiapan PSI jika memang betul PSI harus menjomblo di Pilpres 2024.

Kemudian, Grace akhirnya menyampaikan hasil muswayarah dengan 38 DPW PSI tadi sore.

Dalam musyawarah tersebut, 38 DPW PSI se-Indonesia berbicara mengenai arah dukungan capres dan calon wakil presiden (cawapres) pilihan PSI.

Grace menyatakan PSI akan kembali menyerap aspirasi rakyat terkait capres-cawapres pilihan mereka.

"Pertama, meminta kepada DPP PSI untuk kembali menyerap aspirasi dan keinginan rakyat terkait bacapres yang memiliki komitmen kerakyatan dan melanjutkan visi misi pembangunan Pak Jokowi," kata Grace.

"Kami meminta kepada DPP untuk 'ojo kesusu' dan terus mencermati dinamika politik yang berkembang, termasuk komitmen tegak lurus kepada Pak Jokowi agar dipegang teguh dalam keputusan yang menyangkut masa depan bangsa," ujarnya lagi.

Kedua, PSI diminta untuk memutuskan capres dengan sangat mempertimbangkan faktor siapa cawapres yang akan mendampinginya.

Sebab, perlu dicermati bersama-sama semua dinamika politik yang ada, termasuk proses judicial review ke Mahkamah Konstitusi mengenai batas usia calon presiden dan wakil presiden yang sedang diajukan. "Bila MK mengabulkan uji materi LBH PSI dan ada kandidat, anak muda berusia minimal 35 tahun yang memiliki kapasitas dan kapabilittas sebagai calon wakil presiden, maka selayaknya lah DPP PSI memberikan dukungan kepada kandidat calon wakil presiden tersebut," katanya.

Ketiga, dalam musyawarah DPW PSI se-Indonesia, terdapat perbedaan pendapat mengenai siapa yang layak didukung sebagai bakal capres 2024.

Dalam musyawarah, ada yang menginginkan Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto hingga tetap menjomblo saja. "Keempat, adalah fakta tak terbantahkan bahwa sembilan tahun pemerintahan Jokowi sudah menempatkan Indonesia di rel yang benar menjadi negara yang dihormati dalam pergaulan internasional. Maka kami menegaskan kembali bahwa kriteria utama dalam memilih capres dan cawapres adalah figur yang benar-benar bisa melanjutkan semua yang sudah dibangun dan dikerjakan oleh Presiden Jokowi," ujar Grace.

"Indonesia tidak boleh mundur ke belakang karena salah dalam memilih Presiden. Tidak ada pilihan lain selain maju bersama capres dan cawapres yang berkomitmen melanjutkan program Presiden Jokowi. Jokowisme dalam nilai dan tindakan," katanya lagi.

Dengan demikian, Grace mengatakan, PSI menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai dukungan kepada bakal capres 2024 dikembalikan kepada Dewan Pembina dan Dewan Pimpinan Pusat PSI.

Share:

Friday, August 25, 2023

KOMBINASI STRATEGI, IDENTIFIKASI, DAN DUKUNGAN MEMBAWA POPULARITAS GANJAR PRANOWO KE PUNCAK KLASEMEN ELEKTABILITAS



TANGGERANG- Tingkat elektabilitas Bacapres Ganjar Pranowo mengalami peningkatan berdasar hasil survei terbaru dari dua lembaga berbeda. Pertama dari hasil survei Litbang Kompas, Ganjar unggul dari dua pesaing terdekatnya, yakni Prabowo Subianto dengan Anies Baswedan.

Dalam survei itu menunjukkan bahwa Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas tertinggi dengan 34,1 persen, mengungguli Prabowo yang memiliki 31,3 persen, dan Anies dengan 19,2 persen.

Lalu yang terbaru dari lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Ganjar lagi-lagi unggul dari kedua pesaingnya. Dari survei SMRC, Ganjar mendapat elektabilias sebesar 35,9 persen, sementara Prabowo 33,6 persen, dan Anies 20,4 persen.

Merespons dua hasil survei tersebut, pengamat politik Adi Prayitno mengatakan ada tiga faktor yang membuat elektabilitas Ganjar meroket dan meninggalkan para pesaingnya.

"Pertama, sepertinya ini efek dari safari politik seperti blusukan yang sering dilakukan Ganjar selama ini. Apapun judulnya pemilih relatif lebih menyukai calon yang sering mengunjungi mereka," ujar dia ketika dihubungi wartawan, Kamis (24/8).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu menuturkan faktor kedua yakni Ganjar mulai berhasil mengidentifikasi kepemimpinannya mirip dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Terutama dengan banyaknya baliho, spanduk, dan billboard yang memajang foto bersama Jokowi dan Ganjar memberi efek positif, di mana pemilih Jokowi mulai kembali ke Ganjar yang selama ini agak condong ke Prabowo," kata dia.

Dia menuturkan dengan banyaknya foto Ganjar dan Jokowi makin mempertebal keyakinan bahwa Ganjar adalah orangnya Jokowi.

"Ketiga, kerja politik partai dan relawan politik pemenangan Ganjar yang belakangan mulai bergerak masif turun ke bawah mempromosikan Ganjar," ucapnya.

Share:

SIAPA KANDIDAT CAWAPRES YANG LEBIH TEPAT UNTUK DAMPINGI GANJAR, GIBRAN ATAU JENDERAL ANDIKA



TANGGERANG- Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengungkapkan tujuh nama tokoh yang masuk ke dalam radar cawapres Ganjar Pranowo. Ketujuh nama ini katanya telah dibahas dalam rapat internal partai.

"Saya tetap berpatokan sebagai kader, apa yang disampaikan oleh Mbak Puan.

Apakah itu Ganjar-Erick, Ganjar-Mahfud, Ganjar-Gus Imin, apa Ganjar-Sandiaga Uno, Ganjar-RK, Ganjar-Andika. Bahkan terakhir Mbak Puan menyampaikan Ganjar-Gibran," ujar Said kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/8/2023).

Said mengatakan dirinya sebagai kader akan tetap berpatokan pada Ketua Tim Pemenangan Ganjar Puan Maharani terkait kandidat cawapres Ganjar.

Kandidat itu meliputi Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Polhukam Mahfud Md, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno, Waketum Golkar Ridwan Kamil, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Andika Perkasa, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

"Itu lah yang ada, dan itulah yang sampai saat ini ada di kantong Ibu Ketua Umum beserta capres kita beserta kawan-kawan partai politik seiring bersama kami," tuturnya.

Said pun menegaskan pernyataan andai-andainya soal duet Ganjar dengan Anies Baswedan tidak akan dibahas. Justru, tujuh nama kandidat cawapres Ganjar yang sudah dikantongi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu, akan dibahas dalam rapat internal partai. "Yang dibahas yang tujuh yang saya sebutkan tadi," tuturnya.

"Yang saya (andai-andai Ganjar-Anies) pasti tidak dibahas lah, orang namanya berandai-andai masa akan dibahas," imbuhnya.

Share:

GANJAR BUKAN CAPRES PENGEKOR, MELAINKAN PRODUK YANG DISIAPKAN DAN DIMENTORI JOKOWI SENDIRI



TANGGERANG- Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memuji potensial calon presiden (capres) Ganjar Pranowo telah mencuri perhatian di media sosial. Pujian ini disampaikan dalam Rakernas III PDI Perjuangan di Sekolah Partai DPP PDIP pada tanggal 6 Juni lalu.

Dalam video berdurasi 60 menit, Presiden Jokowi meyakini bahwa Ganjar Pranowo memiliki kapabilitas untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju. "2024, 2029, 2034, itu menjadi sebuah batu loncatan untuk kita menjadi dari negara berkembang menjadi negara maju. Hanya kesempatan ini bisa kita manfaatkan secara cepat atau tidak," kata Jokowi. "Tapi saya yakin, di bawah Pak Ganjar Pranowo nanti, itu bisa dilakukan," lanjutnya.

Pujian tersebut juga mencakup gaya komunikasi Ganjar yang dianggap dekat dengan rakyat. Jokowi bahkan menyebut Ganjar sebagai sebuah produk yang lengkap. "Kalau dilihat sebagai sebuah produk, Pak Ganjar ini semuanya punya, komunikasi dengan rakyat, saya melihat. Saya bolak-balik, tidak tahu ribuan kali saya dengan beliau, dengan rakyat juga enak, 'renyah' gitu," ungkap Jokowi. "Tidak kayak saya, kurang luwes kadang-kadang," tambahnya.

Pernyataan ini juga dikuatkan oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menginterpretasikan bahwa ini merupakan persiapan Presiden Jokowi untuk penerusnya. Hasto mengatakan bahwa pujian tersebut menegaskan bahwa Jokowi tengah mempersiapkan suksesi kepemimpinan.

Ganjar Pranowo sendiri merespons dengan tekad untuk menjalankan amanat yang diberikan oleh Jokowi. Ia berkomitmen untuk berani dan memiliki nyali apabila terpilih sebagai Presiden Indonesia.

Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun Jokowi memberikan dukungan dan pujian terhadap Ganjar, hal ini tidak menghilangkan fakta bahwa Ganjar adalah individu dengan kepribadian dan visi politiknya sendiri. Meskipun memiliki dukungan dari Jokowi, Ganjar tetap memiliki tanggung jawab untuk membuktikan kapabilitas dan komitmennya kepada rakyat Indonesia.

Dukungan dan pujian dari Presiden Jokowi dapat memberikan modal politik yang signifikan bagi Ganjar Pranowo, namun masa depan politik Indonesia sangatlah dinamis dan banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemilihan. Oleh karena itu, meskipun Ganjar mendapat dukungan dan rekomendasi dari Jokowi, hasilnya masih akan ditentukan oleh pilihan rakyat Indonesia dalam Pilpres mendatang.

Share:

HASIL SURVEI LITBANG KOMPAS GANJAR PRANOWO WARISI EFEK JOKOWI



TANGGERANG- Kehadiran sosok Joko Widodo pada kontestasi pilpres 2024 tidak bisa diabaikan.

Sebab arah dukungan pemilih Joko Widodo di pemilu 2019 bisa menjadi faktor penentu.

Litbang Kompas memotret arah pergerakan suara para pemilih Jokowi di pilpres 2019.

Menurut Litbang Kompas, sebesar 63,6 persen suara pemilih Jokowi di 2019 cenderung mengalir ke Ganjar Pranowo. Sisanya, 36,4 persen ke Prabowo Subianto.

Tak cuma suara pemilih, faktor dukungan Jokowi pada bakal capres sedikit banyak mempengaruhi elektabilitas.

Hasil survei menunjukkan, jika Jokowi memberi dukungan terbuka pada Ganja tidak banyak memberi tambahan elektabilitas. Dari 34,1 persen naik menjadi 34,9 persen.

Hasil sebaliknya terlihat pada Prabowo Subianto, signifikan menambah besaran elektabilitas dari 31,3 persen bertambah menjadi 35,1 persen.

Dukungan Jokowi memperketat persaingan Ganjar dan Prabowo. Hanya saja, simulasi dukungan Jokowi pada Anies terbilang tidak signifikan, meski terjadi kenaikan elektabilitas.

Hal ini besar dipengaruhi oleh konsep perubahan yang diusung Partai Nasdem, Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera.

Namun, jika bakal calon presiden yang bersaing memilih meneruskan program kerja pemerintahan Jokowi, mereka berpeluang mendapat tambahan elektoral.

Ketatnya elektabilitas bacapres membuat pergeseran suara pemilih Jokowi di 2019, bisa menjadi salah satu faktor penentu.

Share:

BUKAN JAWA TENGAH! TERNYATA JAWA TIMUR MEMIMPIN DAFTAR PENDUDUK MISKIN DENGAN 4,18 JUTA ORANG



TANGGERANG- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diikuti dengan pro dan kontra. Beberapa orang mulai membandingkan prestasi serta juga hal-hal yang dinilai gagal dilakukan Ganjar selama menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah.

Salah satu yang menjadi perbincangan ramai di media sosial baru-baru ini adalah soal tingkat kemiskinan di Jawa Tengah. Di beberapa grup Facebook muncul narasi yang menyebut Jawa Tengah menjadi provinsi termiskin selama Ganjar memimpin.

"Anies sdh membuktikan sukses diJakarta walau1periode, ganjar sdh membuktikan Propinsi termiskin di jawa walau 2 periode 🤣'Salam Perubahan👍," begitu sebut akun "Wir Anto" dalam unggahannya di grup publik di Facebook bernama "Ibu Kota Nusantara", Minggu (20/8/2023).

Unggahan berbentuk gambar teks ini menarik diskusi dan perhatian. Sampai dengan Rabu (23/8/2023), unggahan tersebut mendapat 2.100 impresi (likes dan emoticons), 4.400 komentar, dan 17 kali dibagikan ulang.

Terdapat pula unggahan serupa yang juga berseliweran di grup publik Facebook lainnya. Lantas benarkah Jawa Tengah menjadi provinsi termiskin di Jawa saat dipimpin Ganjar Pranowo?

Untuk mengetahui fakta dibalik klaim Jawa Tengah provinsi termiskin di Pulau Jawa (ataupun secara nasional), data persentase penduduk miskin dari Badan Pusat Statistik (BPS) dapat menjadi rujukan. Data BPS mengenai persentase penduduk miskin untuk tiap provinsi dilakukan dua kali setiap tahunnya, yakni setiap bulan Maret untuk semester 1 dan September untuk semester 2.

Data terbaru BPS soal persentase penduduk miskin yang bisa menjadi rujukan adalah data semester 1 tahun 2023. Berdasar data tersebut, angka orang miskin di Jawa Tengah mencatatkan angka 10,77 persen. Angka ini berada di atas angka persentase penduduk miskin nasional yang sebesar 9,36 persen. Jika membandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa, persentase kemiskinan di Jawa Tengah menjadi kedua yang paling tinggi, bukan tertinggi, mengekor Daerah Istimewa Yogyakarta (11,04 persen). Selain DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, ada juga Jawa Timur yang punya proporsi penduduk miskin di atas angka nasional, sebesar 10,35 persen pada semester 1 2023.

Tiga provinsi lainnya di Pulau Jawa, berturut-turut; Jawa Barat (7,62 persen), Banten (6,17 persen), dan DKI Jakarta (4,44 persen), persentase penduduk miskinnya berada di bawah rata-rata nasional pada periode yang sama.

Sementara jika dibandingkan provinsi lain di seluruh Indonesia, ada 14 provinsi yang persentase tingkat penduduk miskinnya lebih tinggi dibanding Jawa Tengah pada periode yang diukur.

Sejak dipimpin oleh Ganjar (dilantik pada Agustus 2013), tercatat sempat dua kali Jawa Tengah menjadi provinsi dengan persentase penduduk miskin paling tinggi di Pulau Jawa, semester 2 tahun 2015 dan semester 2 tahun 2016. Pada dua kesempatan tersebut angka proporsi penduduk miskin di Jawa Tengah berselisih tipis dengan DI Yogyakarta yang berada di atasnya.

Namun, jika melihat tingkat penurunan persentase kemiskinan, Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ganjar justru menunjukkan progres positif. Tahun 2013 Semester 2, persentase penduduk miskin di Jawa Tengah sebesar 14,44 persen.

Terjadi tren penurunan terus sampai mencapai 10,58 persen pada semester 2 tahun 2019. Tahun 2020, ketika pandemi COVID-19 melanda dunia, persentase tingkat kemiskinan di Jawa Barat, juga secara umum nasional, mengalami kenaikan. Titik proporsi penduduk miskin pernah mencapai 11,84 persen pada semester 2 tahun 2020 sebelum kembali terus turun sampai 10,77 persen pada tahun 2023. Artinya terjadi penurunan sekitar 3,67 persen dalam kurun waktu hampir 10 tahun atau hampir dua periode Ganjar menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Jika dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa persentase penurunan penduduk miskin cenderung lebih kecil. Di Jawa Barat, persentase penduduk miskin semester 2 tahun 2013 sebesar 9,61 persen dan menjadi 7,62 persen (penurunan 1,99 persen) pada semester 1 2023. Sementara di Jawa Timur dari 12,74 persen pada semester 2 tahun 2013 menjadi 10,35 persen pada semester 1 tahun 2023 (penurunan 2,39 persen).

DKI Jakarta malah terjadi kenaikan presentase penduduk miskin dari 3,72 persen pada semester 2 2013 menjadi 4,44 persen pada paruh pertama tahun 2023. Jakarta masih berusaha menekan proporsi penduduk miskin sejak meningkat pada semester 2 2020 karena pandemi COVID-19.

Sebagai catatan tambahan, di tiga provinsi selain Jawa Tengah tersebut, tidak ada gubernur di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, yang menjabat dua periode seperti Ganjar di Jawa Tengah.

Melihat data dari BPS terkait penduduk miskin, klaim Jawa Tengah menjadi provinsi paling miskin di Pulau Jawa saat dipimpin Ganjar kurang tepat. Provinsi dengan proporsi penduduk miskin paling banyak di Jawa adalah DI Yogyakarta berdasar data semester 1 tahun 2023.

Jawa Tengah memang sempat menjadi provinsi dengan proporsi jumlah penduduk miskin terbanyak pada tahun 2015 semester 2 dan 2016 semester 2. Namun, secara keseluruhan, selama Ganjar menjadi Gubernur Jawa Tengah, proporsi penduduk miskin cenderung menurun.

Oleh sebab itu informasi di media sosial yang menyebut Jawa Tengah menjadi provinsi termiskin di Jawa Tengah saat dipimpin Ganjar Pranowo bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

Sumber lain dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2023 mencapai 25,90 juta orang.

Rinciannya, sebanyak 11,74 juta penduduk miskin berada di kawasan perkotaan, dan 14,16 juta lainnya di perdesaan.

Secara kumulatif, jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 berkurang sekitar 260 ribu orang dibanding Maret tahun lalu.

Adapun pada Maret 2023, jumlah penduduk miskin terbanyak berada di Jawa Timur. Provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini tercatat memiliki 4,18 juta penduduk miskin, setara 10,35% dari total penduduknya.

Meski secara nasional angka kemiskinan menurun, tapi jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada Maret 2023 bertambah 7,5 ribu orang dibanding Maret 2022.

Berikut daftar lengkap 10 provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia pada Maret 2023:

1. Jawa Timur: 4 .188.810 penduduk

2. Jawa Barat: 3.888.600 penduduk

3. Jawa Tengah: 3.791.500 penduduk

4. Sumatra Utara: 1. 239.710 penduduk

5. NTT: 1 .141.110 penduduk

6. Sumatra Selatan: 1. 045.680 penduduk

7. Lampung: 970.670 penduduk

8. Papua: 915.150 penduduk

9. Banten: 826.130 penduduk

10. Aceh: 806.750 penduduk

Sementara itu, wilayah dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit di Tanah Air berada di Kalimantan Utara yang hanya sebanyak 47,97 ribu penduduk.

BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk yang secara ekonomi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut Garis Kemiskinan.

Share:

Thursday, August 24, 2023

DALAM SIMULASI TERTUTUP TIGA NAMA, GANJAR MENDAPAT DUKUNGAN TERTINGGI DENGAN 35,9 PERSEN!

 


JAKARTA- Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan elektabilitas bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo menyalip Prabowo. Hal itu terlihat dari survey teranyar SMRC terkait bakal calon presiden pada Pilpres 2024.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani menyampaikan dalam simulasi pilihan tertutup terhadap tiga nama, Ganjar mendapat dukungan 35,9 persen, Prabowo 33,6 persen, dan Anies Baswedan dengan dukungan 20,4 persen. Hal tersebut diungkapkan olehnya saat merilis hasil survey dalam kenal YouTube SMRC TV, hari ini.

"Dalam simulasi pilihan tertutup terhadap tiga nama, Ganjar mendapat dukungan 35,9 persen, secara statistik seimbang dengan Prabowo 33,6 persen (selisih suara kurang dari 2x moe). Anies di posisi ketiga dengan dukungan 20,4 persen. Yang belum tahu 10,1 persen," ujar Deni dalam keterangannya, Rabu (23/8/2023).

Deni menjelaskan dalam dua tahun terakhir, Mei 2021 ke Agustus 2023, dukungan kepada Ganjar naik dari 25,5 persen menjadi 35,9 persen, sementara Prabowo stagnan dari 34,1 persen menjadi 33,6 persen. "Dan Anies cenderung turun dari 23,5 persen menjadi 20,4 persen," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dukungan kepada Ganjar juga menguat setelah dideklarasikan sebagai capres dari 33,2 persen di awal April 2023 menjadi 39,2 persen di awal Mei 2023 atau naik 6 persen, namun kembali turun sampai survei pertengahan Juli 2023 menjadi 30,8 persen. "Kemudian (Ganjar) kembali menguat pada survei terakhir awal Agustus Ini menjadi 35,9 persen," tutur Deni.

Sementara Prabowo menguat dari 31,5 persen di awal April 2023 menjadi 37,8 persen di pertengahan Juli 2023. "Kemudian (Prabowo) sedikit terkoreksi di survei awal Agustus ini menjadi 33,6 persen," tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, survei SMRC diselenggarakan secara nasional pada 31 Juli-11 Agustus 2023. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Share:

GANJAR PRANOWO UNGGUL ATAS PRABOWO DAN ANIES DALAM SURVEI ELEKTABILITAS TERBARU PILPRES 2024 MENURUT SMRC



JAKARTA- Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei elektabilitas terbaru terkait tren bakal calon presiden pada Pilpres 2024.

Dalam simulasi efek popularitas head to head (Dua Calon) pilihan bakal calon presiden di antara yang tahu Ganjar dan Prabowo, SMRC menyebut apabila pengenalan terhadap kedua bakal calon berimbang, maka Ganjar Pranowo unggul atas Prabowo Subianto. Ganjar mendapatkan perolehan 46,3 persen, sedangkan Prabowo 42,5 persen.

"Pada kelompok pemilih yang tahu keduanya, Ganjar mendapatkan 46,3 persen, lebih kompetitif melawan Prabowo 42,5 persen. Sementara yang tidak tahu/tidak menjawab 11,2 persen," kata pendiri SMRC, Saiful Mujani saat merilisnya hasil surveinya, Rabu, 23 Agustus 2023.

Menurut Saiful, dalam simulasi apabila tingkat keterkenalan ketiga bakal calon berimbang, Ganjar tetap unggul atas Prabowo dan Anies Baswedan. Ganjar 38,8 persen, Prabowo 31,6 persen, sementara Anies 21,7 persen.

"Pada kelompok pemilih yang tahu ketiganya, Ganjar 38,8 persen, unggul signifikan dari Prabowo 31,6 persen dan Anies 21,7 persen. Tidak tahu/tidak menjawab 7,9 persen," ujarnya.

Saiful menyatakan dalam temuan surveinya, pengetahuan terhadap Ganjar meningkatkan elektabilitasnya secara signifkan terhadap Prabowo. Survei SMRC menggunakan metode wawancara tatap muka (face to face interview) oleh pewawancara yang terlatih pada 31 Juli – 11 Agustus 2023.

Populasi survei adalah WNI yang punya hak pilih dalam pemilu alias mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.


Sampel basis 3.710 responden dipilih secara random (stratified multistage random sampling) dari populasi tersebut dengan jumlah yang proporsional.

Kemudian oversample dilakukan di provinsi-provinsi kecil sehingga jumlah sampel tiap provinsi minimal 100 responden dengan total sampel akhir adalah 5.000 responden. Sementara responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 4260 atau 85 persen. Sebanyak 4260 responden ini yang dianalisis.

Margin of error survei dengan jumlah sampel ini secara nasional diperkirakan kurang lebih 1.65 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Dari hasil quality control secara spot ceck pada 20 persen dari total sampel, tidak ditemukan kesalahan berarti.

Share:

PENINGKATAN ELEKTABILITAS GANJAR MASIH TERUS BERLANJUT HINGGA BULAN SEPTEMBER



JAKARTA- Elektabilitas bakal calon presiden Ganjar Pranowo diprediksi meningkat signifikan pada bulan depan. Masa jabatan Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah berakhir per 5 September 2023.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga mengakui dukungan kepada Ganjar sempat turun pada Maret lalu. Setelah itu, dukungan kepada Ganjar bangkit kembali (rebound).

Dia memprediksi bahwa tingkat keterpilihan Ganjar Pranowo bakal semakin menguat ketika selesai menjabat gubernur. Ganjar bakal punya banyak waktu untuk menemui masyarakat di berbagai daerah.

"Nanti akan ada perubahan satu bulan ke depan. Kita lihat hasil survei satu bulan ke depan, setelah Mas Ganjar sudah selesai sebagai Gubernur Jawa Tengah dan bisa maksimal melakukan kegiatan sebagai calon presiden,” ujar Eriko, Rabu (23/8/2023).

Dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu faktor penentu kembalinya dukungan kepada Ganjar. Hal tersebut juga tergambar dalam hasil survei terbaru Litbang Kompas.

Di sisi lain, Ganjar Pranowo merupakan sosok pemimpin yang orisinalitas dan betul-betul memikirkan nasib rakyat. “Rakyat akan melihat orisinalitas apa yang akan dilakukan pemimpin. Sosialisasi penting sekali bahwa Ganjar bersama rakyat. Itu yang paling utama,” tutur Eriko.

Diketahui sebelumnya, elektabilitas Ganjar Pranowo berhasil menyalip Prabowo Subianto berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Direktur Riset SMRC Deni Irvani menyampaikan dalam simulasi pilihan tertutup terhadap tiga nama, Ganjar mendapat dukungan 35,9 persen, sedangkan Prabowo 33,6 persen.

Sementara itu pada survei Litbang Kompas, Ganjar unggul dalam simulasi 10 nama, 5 nama, hingga 3 nama. Saat simulasi terbuka, elektabilitas Ganjar dipilih responden sebanyak 24,9 persen, Prabowo 24,6 persen, dan Anies Baswedan 12,7 persen.

Dalam simulasi 10 nama, Ganjar diketahui mendapatkan 29,6 persen. Sedangkan Prabowo 27,1 persen, dan Anies 15,2 persen. Selanjutnya, dalam simulasi lima nama, Ganjar memperoleh suara sebesar 31,8 persen, Prabowo 27,8 persen, dan Anies 15,6 persen.

Dalam simulasi tiga nama, Ganjar mendapatkan elektabilitas 34,1 persen. Dia unggul dari Prabowo yang punya 31,3 persen dan Anies 19,2 persen. Sedangkan dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia, dukungan kepada Ganjar berhasil rebound.

Elektabilitas Ganjar sebesar 35,2 persen jika pemilihan presiden diadakan sekarang. Kemudian, Prabowo 33,2 persen dan Anies hanya 23,9 persen.

Share:

NDARU NDARBOYGENK CIPTAKAN SEBUAH LAGU BERJUDUL SUARA UNTUK RAKYAT KHUSUS UNTUK GANJAR PRANOWO



YOGYAKARTA- Musisi dangdut koplo Ndarboy Genk atau Helarius Daru Indrajaya menciptakan lagu berjudul ‘Suara’ yang merupakan akronim dari ‘Suara Untuk Rakyat’.

Lagu yang sarat akan pesan wong cilik kepada pemimpinnya itu kemudian ditampilkan langsung oleh Daru ke hadapan bakal calon presiden (bacapres) 2024 Ganjar Pranowo di resto Hotel Ambarukmo, Kota Yogyakarta, DIY, Selasa 22 Agustus 2023 sore.

“Karena memang lagu ini menurut saya kok Pak Ganjar banget. Saya juga pernah di Jawa Tengah, menuntut ilmu di UNNES, Universitas Negeri Semarang,” kata Daru.

Adapun, salah satu penggalan lirik lagu Suara adalah ‘Kamu wong cilik, kadang rawane ngritik. Nanging atine ojo digawe kecele. Pamit sewu bapak ibu yang terhormat, kulo titip mandat mikir no rakyat’.

Artinya dalam terjemahan Jawa-Indonesia adalah ‘Kamu adalah orang kecil, terkadang rentan terhadap kritik. Tapi jangan biarkan hatimu tertipu. Bapak dan ibu yang terhormat, saya mempercayakan kepada Anda amanat untuk memikirkan rakyat’.

“Biasanya kan kalau mandat itu orang atasan ke bawahan, bagaimana seorang pemimpin bisa tidak menerima mandat dari masyarakat yang seharusnya memikirkan. Begitulah Pak Ganjar memikirkan rakyat,” kata Daru.

Di resto Hotel Ambarukmo, Daru berbincang banyak dengan Ganjar sambil ngopi dan nyemil bareng. Bersama seniman lain yang merupakan kawan-kawan Daru, Ganjar kerap terlihat tertawa dan sesekali menepuk pundak mereka.

Daru pun bersyukur bisa bertemu sosok idola yang menjadi inspirasi terciptanya lagu ‘Suara’ ini. Pasalnya Daru berupaya bertemu di sela kesibukkan Ganjar selama berkegiatan di Yogyakarta.

“Puji syukur Bapak Ganjar Pranowo, Mas Ganjar mau di sela-sela kegiatannya di Jogja. Dari jam 9 pagi saya di sini, saya pengen menyuarakan lagu ini,” kata Daru.

“Respek Pak Ganjar, saya tidak tahu capek atau ngga, tapi masih kau sempat duduk bersama teman-teman seniman ini. Ngopi bareng dan ngobrolnya tidak singkat, mengalir. Kayak ini bapakku, masku,” sambungnya.

Lagu ‘Suara’ rencananya akan dirilis Ndarboy Genk saat Ganjar purnatugas sebagai Gubernur Jawa Tengah (Jateng), yakni pada 5 September 2023. Daru berharap lagu tersebut bisa menjadi theme song kampanye Ganjar di Pilpres 2024 nanti.

“Semoga lagunya bisa mewarnai industri musik Indonesia, kedua juga bisa mewakili perasaan masyarakat dan semoga lagu ini bisa menjadi sound track Pak Ganjar biar lebih semangat lagi,” pungkas dia.

Dalam kesempatan itu, Daru dan para seniman lainnya menutup pertemuan tersebut dengan memberikan sebuket bunga untuk Ganjar. Bunga itu menyimbolkan besarnya dukungan seniman terhadap Ganjar Pranowo.

Share:

GANJAR PRANOWO SOWAN KE PONPES GUS ENDAR DI YOGYAKARTA



YOGYAKARTA- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo silaturahmi ke kediaman KHR Chaidar Muhaimin Afandi atau akrab disapa Gus Endar, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, Rabu 23 Agustus 2023. Keakraban keduanya tidak hanya sekadar hubungan umaro dan ulama tetapi sudah selayaknya kawan lama.

Keakraban itu sudah terlihat saat Ganjar tiba di Kompleks Ponpes Al-Munawwir. Begitu Ganjar tiba di halaman ponpes, Gus Endar sudah menunggu dan langsung menghampiri Ganjar. Keduanya langsung masuk ke kediaman.

Obrolan pertama yang dibicarakan adalah sepeda motor Binter milik Gus Endar yang terpajang di dalam rumah. Sepeda motor itu mengingatkan Ganjar dengan sepeda motor milik ayahnya dulu. "Bagus Gus sepeda motornya. Bapak saya dulu juga punya sepeda motor Binter," ujar Ganjar yang disambut tawa bersama.

Usai silaturahmi itu, Ganjar menceritakan kedatangannya bertemu Gus Endar untuk silaturahmi. Sebab saat haul pendiri ponpes itu Ganjar belum bisa hadir lantaran ada kegiatan lain. Untuk itu ketika ia ada kegiatan di Yogyakarta menyempatkan diri untuk mampir silaturahmi dan ngobrol banyak hal.

"Dulu waktu haul saya ndak bisa ke sini. Jadi saya kontak-kontakan sama Gus Endar dan hari ini pas lagi ada acara di Yogyakarta mampir saja. Kita sudah lama tidak ke sini. Jadi ada kesempatan ya silaturahmi," ujarnya.

Obrolan keduanya itu berlangsung kurang lebih satu setengah jam. Banyak hal yang dibahas oleh keduanya. Mulai dari masalah sosial, ekonomi, kemasyarakatan, dan banyak hal tentang bangsa dan negara. "Ya banyak yang tadi beliau sampaikan kepada kita, bagaimana keumatan wabil khusus dari kaum Nahdliyyin ini bisa berkomunikasi, bisa berkontribusi banyak pada masalah sosial, ekonomi, kemasyarakatan, juga hal politik," kata Ganjar.

Situasi politik juga menjadi salah satu bahan obrolan antara Ganjar dan Gus Endar. Salah satunya tentang tensi politik yang tinggi sehingga semua harus bisa menjaga diri. "Tentu saja ya jelang situasi-situasi, hari-hari seperti ini di mana tensi politik tinggi, semua bisa menjaga diri. Itu tadi yang coba kita obrolkan," ungkapnya.

Sementara itu, Gus Endar mengatakan, Ganjar Pranowo memang sudah sering datang berkunjung ke kediaman atau Ponpes Al-Munawwir. Kebiasaan itu sudah dimulai sejak Ganjar Pranowo menjadi mahasiswa di Universitas Gajah Mada. Apalagi adik dari Ganjar juga merupakan salah satu santri di Ponpes Al-Munawwir. "Biasa, silaturahmi biasa. Pak Ganjar itu dari mahasiswa sering ke sini karena adiknya mondok di sini, yang mengantar juga Pak Ganjar. Juga ada (obrolan) masalah-masalah kenegaraan biasa," tutur Gus Endar.

Ia menambahkan bagaimana sosok Ganjar saat berbicara tentang bangsa dan negara. Khususnya tentang menjaga NKRI dan bagaimana menjaga agar semua tetap guyub rukun.

"Ya menjaga NKRI. Guyub rukunkan semuanya. Itu pesannya beliau. Saya mendoakan saja semoga Pak Ganjar dipilih oleh Allah," kata Gus Endar.

Sementara itu, kedatangan Ganjar Pranowo ke Ponpes Al-Munawwir itu ternyata dinantikan oleh para santriwan-santriwati. Mereka sangat antusias begitu melihat sosok Ganjar Pranowo ada di ponpes. Ada yang mengantre untuk menyapa langsung dan berfoto, ada juga santri di lantai dua ponpes yang berteriak menyerukan nama Ganjar Pranowo.

Share:

Wednesday, August 23, 2023

UNGGULNYA ELEKTABILITAS GANJAR, DINILAI JADI BUKTI PRIBADI DISUKAI RAKYAT!



LEBAK, BANTEN– Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo telah meraih sukses signifikan dalam poling Okezone, mengukuhkan popularitasnya di mata rakyat. Dalam poling yang diadakan oleh situs berita nasional Okezone terkait pilihan Presiden yang akan dipilih netizen apabila Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dilaksanakan hari ini, Ganjar Pranowo berhasil mencapai elektabilitas tertinggi dengan perolehan 47,6%. Hal ini tentunya menjadi bukti konkret bahwa Ganjar memiliki daya tarik yang kuat di kalangan rakyat.

Data hasil poling menunjukkan bahwa Ganjar Pranowo berhasil mengungguli rival-rivalnya dengan jarak yang signifikan. Ia unggul 14,7 persen dari Bacapres Prabowo Subianto, yang hanya mendapatkan perolehan 32,9 persen. Sementara Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan hanya mampu meraih 17 persen. Tidak ketinggalan pilihan golongan putih (golput) yang mencapai 2,5 persen.

Polling ini dilakukan melalui media sosial Twitter (X) dan telah mendapatkan partisipasi aktif dari 141.749 orang. Data ini mencerminkan minat masyarakat yang tinggi dalam menyuarakan preferensinya terkait calon presiden.

Ganjar Pranowo dalam poll ini mendapatkan dukungan dari PDIP, PPP, Partai Perindo, dan Hanura. Keberhasilan Ganjar dalam memimpin hasil polling menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis dan taktis yang diambilnya telah berjalan efektif. Diskusi interaktif dengan milenial dan silaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat/umat membantu memperkuat elektabilitasnya. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPP Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN), Iwan Dwi Laksono. Iwan berpendapat bahwa langkah-langkah ini harus diteruskan terutama di daerah-daerah yang sebelumnya Jokowi kalah dalam pemilihan presiden.

Namun, Iwan juga menyoroti pentingnya meraih dukungan basis militan Jokowi yang saat ini terbelah. Ia menekankan bahwa narasi tentang keberlanjutan program-program Jokowi melalui program-program Genuine dari Ganjar Pranowo harus dibangun dengan baik. Perhatian khusus juga perlu diberikan pada kekuatan relawan yang saat ini mendukung Ganjar.

Dalam konteks survei lainnya oleh Litbang Kompas, Ganjar Pranowo juga menunjukkan tren positif dalam elektabilitasnya. Meskipun sempat mengalami penurunan, elektabilitasnya kembali naik dan mendekati angka yang pernah dicapai pada Januari 2023. Dalam survei ini, Ganjar Pranowo juga bersaing ketat dengan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dalam skema nama-nama calon presiden yang diajukan.

Dalam merespons hasil ini, Iwan menekankan pentingnya meraih hati rakyat dengan berbicara bahasa rakyat, mendengarkan aspirasi mereka, dan memahami kebutuhan mereka. Keberhasilan Ganjar Pranowo dalam poling Okezone dan survei lainnya menunjukkan bahwa dirinya telah berhasil membangun koneksi yang kuat dengan masyarakat, serta memiliki potensi untuk meraih dukungan yang lebih besar dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Hasil-hasil ini juga mengindikasikan bahwa pergerakan politik ke depan dapat dipengaruhi oleh tren elektabilitas ini. Namun, hingga hari pemilihan tiba, situasi politik masih dapat berubah dan perlu diikuti dengan cermat.

Share:

Header Ads

Weather (state,county)

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Recent

Comments

Tags

Ads

Random Posts

Recent in Sports

Social

Facebook

Popular

Labels