JAKARTA- PT Knight Frank Indonesia menyatakan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dianggap berpotensi bagi sektor properti pada 2023. Perusahaan tersebut menyebut IKN berada di posisi kedua setelah aglomerasi Jabodetabek.
Hasil survei yang dilakukan perusahaan konsultan itu menunjukkan IKN berada di posisi kedua setelah aglomerasi Jabodetabek. IKN meraup nilai 15 persen dan Jabodetabek 51 persen.
Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip mengungkapkan alasan terpilihnya IKN sebagai daerah paling prospektif nomor dua. Menurutnya, para responden survei melihat captive market yang dimiliki IKN.
Menurut Willson, saat ini para pengembang masih akan melihat kepastian payung hukum yang disediakan pemerintah. Pasalnya, kepastian hukum saat ini dianggap masih belum meyakinkan investor.
Kawasan IKN Nusantara menjadi salah satu lokasi paling prospektif untuk pertumbuhan properti di Indonesia pada 2023. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh 15% responden dalam hasil survei yang dilakukan konsultan properti Knight Frank.
Posisi IKN berada di bawah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) yang dipilih oleh 51% responden. Sementara, Surabaya berada di bawah IKN dengan 10% responden yang menganggap sebagai kota prospektif untuk pertumbuhan properti pada tahun depan.
Responden yang menilai Bali dan Makassar sebagai kota prospektif untuk pertumbuhan properti masing-masing sebesar 7%. Sedangkan, Medan dan Bandung sama-sama dipilih oleh 4% responden. Survei ini juga mencatat, sebanyak 42% responden menyatakan pertumbuhan properti tahun depan akan stagnan. Walau demikian, tidak sedikit juga yang optimistis pertumbuhan properti tetap meningkat. Rumah tapak (landed house) menjadi subsektor properti yang diprediksi prospektif oleh mayoritas responden. Subsektor lainnya meliputi industri, pergudangan modern, ritel, hotel, dan villa resor. Sementara, subsektor perkantoran dinilai masih stagnan dan apartemen cenderung melemah.
Adapun, 66% responden mengaku sedang wait and see terkait pemulihan sektor properti dalam 3-5 tahun ke depan. Ini mengingat adanya persiapan menjelang tahun politik 2024.







0 comments:
Post a Comment