Comments system

Monday, March 13, 2023

PENGAMAT SEBUT DUET GANJAR-PRABOWO MIRIP JOKOWI-MA'RUF AMIN



JAKARTA- Pengamat politik Adi Prayitno menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sangat memungkinkan menjadi calon wakil presiden dari Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Menurut Adi, duet Ganjar-Prabowo tak perlu memandang senioritas seperti halnya duet Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin dan juga pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada periode pertama Jokowi.

"Kalau Pak Prabowo lebih senior memang tidak bisa dibantah tetapi di pilpres kita 2014 dan 2019, Jokowi juga memiliki cawapres yang lebih senior. Pak JK dan Ma'ruf Amin. Namun, elektabilitas dan dukungan untuk Jokowi lebih unggul saat itu. Jokowi didukung PDIP partai yang suaranya terbanyak dan secara personal elektabilitas Jokowi lebih tinggi dari JK dan Kiai Ma'ruf," ujar Adi saat dihubungi pada Minggu (12/3/2023).

Adi mengatakan, dalam upaya memasangkan duet Ganjar dan Prabowo, tidak harus menimbang senioritas melainkan melihat faktor-faktor lainnya seperti elektabilitas.

Menurut Adi, senioritas bukan lagi menjadi penghalang saat ini untuk menjadi capres-cawapres seperti dialami Jokowi dalam 2 kali Pilpres.

"Saat ini kondisi Ganjar pun serupa dengan Jokowi kala pilpres lalu. Ganjar meraih elektabilitas lebih tinggi dari Prabowo Subianto di beberapa survei saat ini. Posisi Prabowo sebagai runner up untuk tingkat elektabilitas capres menjelang 2024," ungkap dia.

Karena itu, kata Adi, partai pendukung tentu akan melihat elektoral tertinggi personal untuk dijadikan capres. Apalagi, jika PDIP resmi mengusung Ganjar, maka otomatis Prabowo menjadi cawapres.

"Bila PDIP nanti umumkan capresnya Ganjar Pranowo, maka jelas PDIP secara elektabilitas juga lebih tinggi dari Gerindra sehingga tidak mungkin Ganjar dijadikan cawapres," tegasnya.

Diakuinya, sejak awal Gerindra memang sudah memasang harga mati untuk pencapresan Prabowo Subianto. Namun, lanjut Adi, bila pertimbangan Gerindra karena senioritas, maka hal itu belum tentu bisa dijadikan pertimbangan yang kuat.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyebutkan Prabowo Subianto bisa berduet dengan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 dengan 2 syarat utama. Pertama, kata Hashim, Ganjar Pranowo harus bersedia menjadi calon wakil presiden dan Prabowo Subianto menjadi calon presidennya.

“Saya kira terbuka kalau pak Ganjar mau ikut dengan Pak Prabowo, dengan catatan Pak Prabowo calon presiden,” ujar Hashim di sela-sela acara deklarasi dari relawan Prabowo Mania 08, di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/3/2023).

Hashim menegaskan bahwa tidak mungkin Prabowo menjadi calon wakil Presiden Ganjar. Pasalnya, Prabowo jauh lebih senior dengan pengalaman yang cukup banyak dibandingkan dengan Ganjar Pranowo.

“Pak Prabowo jauh lebih senior, 15 tahun lebih tua pengalamannya berbeda kan. Saya kira kalau Pak Ganjar mau ikut, mau diduetkan dengan Pak Prabowo, saya kira kami terbuka, Pak Prabowo terbuka (Ganjar) sebagai calon wakil presiden,” ungkap dia.

Syarat kedua, kata Hashim, mau tidak mau duet Prabowo-Ganjar harus mendapatkan persetujuan dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin. Pasalnya, Gerindra-PKB sudah terikat dengan perjanjian koalisi menuju 2024 dan telah membentuk koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).

“Kemungkinan itu terbuka kalau Pak Ganjar mau jadi (cawapres) tetapi harus disetujui oleh PKB, kan begitu harus disetujui PKB,” pungkas Hashim.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Header Ads

Weather (state,county)

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Recent

Comments

Tags

Ads

Random Posts

Recent in Sports

Social

Facebook

Popular

Labels

Blog Archive