Comments system

Monday, March 13, 2023

MESKI BERHALANG HADIR, GANJAR PRANOWO SAMPAIKAN SALAM PADA JEMAAH HAUL MBAH HISYAM



PURBALINGGA, JAWA TENGAH- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo batal hadir di perayaan Haul Mbah Hisyam Abdul Karim di Ponpes Sukawarah Roudlotus Sholichin Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Minggu (12/3/23). Dari Yogya, Ganjar menyampaikan salam pada ratusan jemaah pengajian Haul tersebut.

Ganjar Pranowo memiliki hubungan kekerabatan dengan Mbah Hisyam Abdul Karim. Pendiri ponpes Sukawarah Roudlotus Sholichin ini merupakan kakek dari Siti Atikoh Suprianti, istri Ganjar Pranowo.

Ketua panitia Haul Mbah Hisyam, Muhamad Jeni Makarim menyampaikan permohonan maaf Ganjar untuk para ulama, santri dan warga yang menghadiri Haul Mbah Hisyam.

"Sebelum nya kami memohon maaf, yang semula Mas Ganjar Pranowo dan Ibu Siti Atikoh rencana mau hadir, tetapi akhir nya tidak Bisa, karena kemarin masih ada acara dengan Bapak Presiden di Jakarta dan hari ini ada acara di Yogyakarta, Beliau menitipkan salam untuk Bapak-Ibu semua," kata Jeni saat menyampaikan sambutan di acara pengajian Haul Mbah Hisyam.

Kegiatan Haul ini dihadiri oleh Cendekiawan muslim, Ulil Absar Abdalla yang akan menyampaikan ceramah. Kegiatan Haul dimulai dengan ziarah makan Mbah Hisyam yang masih berlokasi di kawasan ponpes. Ziarah makam dipimpin doa oleh pengasuh pesantren, Kyai Haji Musta'id, putra ke-5 Mbah Hisyam dari istri pertama.

Dalam sambutan Haul, Kyai Haji Musta'id memberi kesaksian ketekunan Mbah Hisyam mendalami ilmu agama. Cerita Kyai Musta'id saban Sabtu dari pagi sampai tengah hari Mbah Hisyam selalu membaca kitab kuning. Saban seminggu sekali, Mbah Hisyam juga mendisiplinkan diri khatam Alquran.

Haul Mbah Hisyam dilaksanakan oleh keluarga besar saban satu tahun sekali. Didirikan sejak tahun 1929, Ponpes Sukawarah Roudlotus Sholichin hampir berusia satu abad di tahun 2023 ini.

Jika membaca manaqib atau riwayat hidup Mbah Hisyam, pengembaraan keilmuan beliau berturut-turut dari ulama-ulama Jawa Tengah, Jawa Timur sampai Jawa Barat.

Sampai akhirnya beliau mendapat restu dari para kiai untuk mendirikan pondok pesantren pada tahun 1929 atau tiga tahun setelah Nahdlotul Ulama berdiri.

Bahkan sebelum mendirikan pondok, beliau sempat menerima kitab al Muwattha’ dr KH. Hasyim Asy’ari. Sampai sekarang, kami sekeluarga mengelola pondok ini secara gotong royong di bawah asuhan paman kami, KH. Musta’id Billah.A

Share:

0 comments:

Post a Comment

Header Ads

Weather (state,county)

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Recent

Comments

Tags

Ads

Random Posts

Recent in Sports

Social

Facebook

Popular

Labels

Blog Archive