BOJONEGORO, JAWA TIMUR- Kabar akan berkunjungnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meresmikan proyek Gas Jambaran - Tiung Biru (J-TB) pada Senin (12/9/2022) mendatang hingga kini di lokasi proyek strategis nasional tersebut belum menunjukkan peningkatan pengamanan dari para petugas keamanan.
Pantauan di sekitar lokasi proyek, aktivitas sejumlah tenaga kerja di lokasi Gas Processing Facility (GPF) JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (10/09/2022) masih seperti hari-hari biasanya. Keluar masuk tenaga kerja, baik keamanan maupun terkait di gate 1, 2, dan 3 normal tidak nampak ada peningkatan.
"Sampai hari ini kondisi di lokasi proyek GPF JTB normal seperti biasanya, tidak ada peningkatan pengamanan," ujar seorang tenaga kerja proyek Gas JTB yang enggan namanya diwartakan.
Diwartakan sebelumnya, Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Mohammad Kemal, menyampaikan, tidak mengetahui jika Presiden Jokowi akan melakukan peresmian Proyek Gas JTB pada pertengahan September ini.
"Kalau sudah masuk agenda saya tidak tahu," ucap Kemal.
Namun demikian, Kemal menyarankan agar melalukan konfirmasi ke Pertamina untuk memastikan kunjungan Presiden Jokowi dalam rangka peresmian proyek gas JTB.
"Mungkin teman-teman Pertamina lebih bisa konfirm hal ini. Kalau memang akan ada peresmian, mereka sedang mempersiapkan harusnya," tuturnya.
Sementara JTB Site Office & PGA Manager Pertamina EP Cepu, Edy Purnomo, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kabar kunjungan Presiden Jokowi untuk meresmikan proyek Gas JTB, sejak pukul 13.13 Wib hingga kini belum memberikan jawaban.
Semenara itu Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong proyek Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro, Jawa Timur sudah onstream pada Agustus 2022. Hal itu disampaikan Deputi I KSP Febry Calvin Tetelepta. Dia mengatakan, proyek gas Jambaran Tiung diharapkan bisa segera onstream agar dapat segera memenuhi permintaan energi yang terus meningkat di Pulau Jawa.
"JTB ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan gas di Pulau Jawa, oleh sebab itu kami mengapresiasi PT Pertamina EP Cepu, PT Rekind dan SKK Migas yang telah bekerja dengan serius. KSP akan terus mendorong agar JTB sudah bisa gas onstream pada bulan Agustus," kata Febry dalam siaran pers di Jakarta, Juli 2022.
KSP secara langsung memantau penyelesaian pembangunan proyek gas Jambaran Tiung Biru di Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis. KSP sudah mengawal proyek ini sejak tahun 2019 dan secara rutin mengkoordinasi rapat-rapat pertemuan antara pihak-pihak terkait.
Puncaknya pada rapat koordinasi yang diselenggarakan KSP Juni lalu, kementerian/lembaga terkait berkomitmen membantu PT Rekayasa Industri (Rekind) mencari solusi atas kendala-kendala yang ada di lapangan, termasuk kendala finansial. Febry menambahkan, proyek bernilai Rp22 triliun ini memiliki keunggulan karena dibangun dengan komitmen tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40 persen.
Saat ini, proyek JTB mampu menyerap 70 persen tenaga kerja lokal putra daerah Bojonegoro serta 95 persen instalasi strategisnya dirakit dalam negeri.
Dia menekankan, tidak hanya memiliki peran strategis dalam pemenuhan energi, proyek lapangan gas terbesar di Indonesia ini juga akan menjadi pembangkit pertumbuhan ekonomi lokal, sejalan dengan visi Presiden Jokowi.
"Timeline yang ada harus dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu. KSP ingin memastikan semua pihak mempunyai komitmen sama dalam penyelesaian proyek JTB ini. Isu pembiayaan dan pengadaan material tidak lagi menjadi masalah dan kita yakin JTB dapat berkontribusi untuk ketahanan energi di Indonesia," jelasnya.
Seperti diketahui, JTB menjadi salah satu PSN sektor energi yang ditetapkan Presiden Jokowi melalui Perpres Nomor 109 tahun 2020. Proyek JTB yang diharapkan menjadi salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia akan memiliki kapasitas produksi gas mencapai 192 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).







0 comments:
Post a Comment