Comments system

Tuesday, August 16, 2022

Pembangunan Infrastruktur Oleh Jokowi Jadi Fondasi Kuat Kebangkitan Swasembada Beras Di Indonesia

 

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan ihwal penyebab keberhasilan Indonesia tidak lagi mengimpor beras konsumsi selama 3 tahun terakhir. Salah satunya karena sejumlah proyek infrastruktur yang telah dibangun berhasil mendukung produktivitas beras nasional.

Di antara proyek infrastruktur itu adalah pembangunan bendungan dan irigasi di berbagai tempat. Pada periode 2014-2024 pemerintah menargetkan pembangunan 61 bendungan.

"Untuk beras konsumsi, kita sudah tidak lagi impor dalam tiga tahun terakhir. Pembangunan bendungan dan irigasi telah mendukung peningkatan produktivitas nasional," kata Jokowi saat membacakan pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022.

Dengan tidak lagi adanya impor beras selama 3 tahun terakhir, Indonesia baru saja memperoleh penghargaan dari International Rice Research Institute karena dinilai mampu mencapai sistem ketahanan pangan dan swasembada beras sejak 2019.

Jokowi berpendapat, kemampuan menjaga daya tahan pangan ini ke depannya akan semakin besar setelah pemerintah akan juga fokus optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau. Persemaian dan rehabilitasi hutan tropis maupun hutan Mangrove, serta rehabilitasi habitat laut, kata dia juga akan terus dilakukan.

Sebelumnya Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri mengungkapkan produksi beras setiap tahunnya mengalami surplus lebih tinggi dari kebutuhan konsumsinya sehingga ketersediaan aman dan lebih dari cukup dan bahkan dapat dikatakan Indonesia sudah swasembada beras.

"Pada tahun 2019, beras surplus sebesar 2,38 juta ton, 2020 surplus 2,13 juta ton dan 2021 surplus 1,31 juta ton. Inilah capaian nyata perberasan kita di era pemerintah Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin. Capaian ini tentu di tengah wabah pandemi covid 19," demikian dikatakan Kuntoro Boga di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Di satu sisi, Kuntoro pun menjelaskan, memang adanya impor beras khusus di tahun 2021, terangnya impor ini adalah beras khusus untuk misalnya restoran asing dan menir pecah 100 persen, bukan beras konsumsi umum.

Pada hari Minggu (14/8/2022) kemarin, Presiden Joko Widodo menerima penghargaan dari Lembaga Penelitian Padi Internasional (International Rice Research Institution/IRRI) atas keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada beras pada tahun 2019-2021.

Menurut Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri, Indonesia memang saat ini sudah bisa mencukupi kebutuhan beras konsumsi. Bahkan stok beras disebutnya dalam kondisi sangat aman.

Berdasarkan Survei Cadangan Beras Nasional (SCBN) 2022 yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementan dan Badan Pusat Statistik (BPS), Stok beras nasional periode 31 Maret 2022 mencapai 9,11 juta ton beras.

“Bahkan pada 30 April 2022, yaitu menjelang Idulfitri lalu, stok beras nasional meningkat menjadi 10,15 juta ton beras,” disampaikan Kuntoro pada keterangan pers, Senin (15/8/2022).

Dengan ketersediaan beras yang sangat mencukupi, Kuntoro mengungkapkan Indonesia sudah tidak mengimpor beras konsumsi.

“Menurut catatan BPS, Indonesia sudah tid

Share:

0 comments:

Post a Comment

Header Ads

Weather (state,county)

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Recent

Comments

Tags

Ads

Random Posts

Recent in Sports

Social

Facebook

Popular

Labels

Blog Archive