Perkembangan teknologi informasi yang tumbuh semakin cepat membuat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) berupaya untuk melakukan modifikasi layanan pertanahan dari analog menjadi digital.
Menurut Kementerian ATR/BPN, transformasi layanan pertanahan analog ke digital merupakan suatu keniscayaan.
Apalagi, tanah memiliki peran penting dalam peningkatan perekonomian di Indonesia. Kondisi ini pun mendorong Kementerian ATR/BPN dalam memberikan pelayanan pertanahan agar bisa semakin mudah, murah, dan transparan.
Sebagai penyelenggara layanan pertanahan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Soegoto mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan transformasi digital di lingkungan kerjanya. Salah satunya dengan digitalisasi dokumen dan warkah pertanahan.
Manfaat dari digitalisasi itu, kata dia, sudah langsung dirasakan oleh Kementerian ATR/BPN dengan tingginya jumlah transaksi yang terjadi.
“Proses layanan atau transaksi dari Hak Tanggungan semester ini saja sudah lebih dari Rp 460.000.000.000.000,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (3/8/2022).
Pernyataan tersebut Himawan sampaikan dalam acara Forum Ilmiah 2022 di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (2/8/2022).
Dia mengatakan, transaksi dari Hak Tanggungan yang didapat Kementerian ATR/BPN dapat dijadikan sebagai pinjaman yang bisa mendapatkan multiplier effect atau efek berganda yang cukup besar terhadap dunia usaha dalam penciptaan lapangan kerja.
“Jadi kalau satu tahun mungkin bisa lebih dari Rp 1.000.000.000.000.000 yang ditransaksikan dengan menggunakan tanah sebagai kolateral. Ini peran kita semua agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik. Kami sadar kalau kami lambat akan menghambat dunia usaha,” jelas Himawan.
Dengan besarnya manfaat tersebut, ia mengatakan, pihaknya optimisme untuk melakukan digitalisasi pada layanan-layanan lain yang ada di Kementerian ATR/BPN, seperti transaksi jual beli hingga sertifikat elektronik.
Meski demikian, sebut Himawan, optimisme tersebut tentu membutuhkan persiapan yang matang dan kolaborasi berbagai pihak.







0 comments:
Post a Comment