Comments system

Thursday, August 4, 2022

Presiden Jokowi Undang Sejumlah Pakar Ekonom Bahas Strategi Untuk Masa Depan Indonesia


 JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu sejumlah ekonom di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (3/8/2022). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani dan Esther Sri Astuti serta Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro.

Dalam pertemuan tersebut membahas tentang perkembangan ekonomi di Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Jadi tadi kami dibriefing Pak Presiden Jokowi, Ternyata situasinya itu baik ya, itu kelihatan dari penerimaan pajak yang naik, kemudian ekspor juga naik, dan ada beberapa indikator lain yang naik. Kesimpulannya adalah tidak semuanya situasi dunia yang sedang kompleks ini punya akibat yang negatif, sekarang tinggal Indonesia bagaimana memanfaatkannya," ungkap Ari selepas pertemuan kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

Menurutnya keberhasilan Indonesia tetap mendapatkan hal positif di tengah situasi yang kompleks tersebut karena adanya upaya yang dilakukan pemerintah sebelum terjadinya pandemi dan perang Ukraina-Rusia.

“Salah satu yang ditonjolkan itu adalah infrastruktur, transformasi ekonomi, perlindungan sosial, dan juga hilirisasi,” katanya.

Saat diskusi  dengan presiden tersebut juga dibahas mengenai momentum yang harus dimanfaatkan Indonesia di tengah kondisi global yang tidak menentu. Misalnya dengan mengembangkan komponen mobil listrik karena Indonesia kaya akan Nikel dan Bauksit.

“Apalagi sekarang adalah transisi energi dunia sehingga ini momen yang bagus ketika rantai pasokan dunia sebetulnya sedang berhibernasi. Itulah sebabnya maka kita lihat tadi ada beberapa indikator bagus,” katanya.

Kementerian Keuangan pada awal bulan ini mencatat realisasi penerimaan pajak hingga Semester I 2022 mencapai Rp868,3 triliun atau tumbuh 55,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada bulan Juni 2022 mencapai 26,09 miliar dolar AS atau meningkat 21,30 persen dibanding bulan sebelumnya.

BPS juga mencatat secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juni 2022 mencapai 141,07 miliar dolar AS atau naik 37,11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ari menyampaikan bahwa pencapaian sejumlah indikator tersebut sebagai buah dari kerja-kerja yang dilakukan pemerintah sebelum merebaknya pandemi COVID-19 maupun agresi militer Rusia ke Ukraina

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan meski perekonomian Indonesia diprediksi masih tumbuh hingga akhir tahun namun pemerintah tetap perlu mewaspadai inflasi pada tahun depan.

"Tahun depan satu yang mesti diwaspadai, komoditas itu bakal turun berarti  pendapatan negara akan turun. Berarti kalau subsidi kan enggak akan mampu. Berarti masyarakat harus menerima inflasi ya," ujar Aviliani.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Header Ads

Weather (state,county)

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Recent

Comments

Tags

Ads

Random Posts

Recent in Sports

Social

Facebook

Popular

Labels

Blog Archive